Secara fisiologis, tubuh selama puasa Ramadan mengalami peralihan sumber energi. Proses ini sering dibahas dalam literatur manfaat kesehatan jangka panjang puasa Ramadan, di mana tubuh mulai memanfaatkan cadangan lemak setelah periode puasa tertentu.
Perubahan hormon dan metabolisme energi juga menjadi bagian dari adaptasi puasa Ramadan. Dalam diskusi manfaat kesehatan jangka panjang puasa Ramadan, kondisi tersebut dinilai normal sebagai respons tubuh terhadap jeda makan.
Pada akhirnya, pakar menekankan bahwa puasa Ramadan bukan satu-satunya faktor penentu kesehatan. Untuk menjaga manfaat kesehatan jangka panjang puasa Ramadan, pola makan seimbang, kecukupan cairan, dan kualitas tidur tetap memegang peranan penting.***


