Hasil analisis menunjukkan temuan yang cukup mengejutkan. Kombinasi jumlah gigi sehat dan gigi yang telah dirawat terbukti menjadi indikator paling kuat dalam memprediksi risiko kematian dari berbagai penyebab.
Artinya, gigi yang sudah pernah ditangani dokter gigi ternyata memberikan perlindungan yang hampir setara dengan gigi alami yang sehat.
Sebaliknya, peserta dengan jumlah gigi rusak atau hilang yang lebih banyak memiliki risiko kematian lebih tinggi. Temuan ini menegaskan bahwa perawatan gigi bukan sekadar tindakan kosmetik, melainkan bagian penting dari upaya menjaga kesehatan jangka panjang.
Mengapa Kesehatan Gigi Bisa Berpengaruh?
Menurut para peneliti, infeksi kronis akibat gigi rusak dapat memicu peradangan berkepanjangan di dalam tubuh. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko penyakit serius seperti gangguan jantung, diabetes, hingga infeksi sistemik.
Selain itu, kehilangan gigi dapat mengganggu kemampuan mengunyah, yang berdampak pada asupan nutrisi. Pada usia lanjut, kekurangan nutrisi dapat mempercepat penurunan kondisi fisik dan meningkatkan kerentanan terhadap penyakit.



