Pendekatan ini memungkinkan peneliti mengamati hubungan antara aktivitas fisik harian untuk kesehatan otak dan proses biologis sejak tahap dini. Konteks tersebut penting dalam diskusi pencegahan penurunan kognitif.
Metodologi penelitian melibatkan pemantauan langkah harian menggunakan perangkat khusus.
Selain itu, peserta menjalani evaluasi kesehatan otak secara berkala melalui pencitraan medis dan tes fungsi kognitif.
Pendekatan longitudinal ini memberi gambaran lebih rinci mengenai interaksi Alzheimer dan aktivitas fisik harian untuk kesehatan otak.
Hasil studi memperlihatkan bahwa individu dengan tingkat gerak lebih tinggi menunjukkan perlambatan dalam perubahan kognitif.
Akumulasi protein tau, yang berhubungan dengan Alzheimer, juga terpantau lebih lambat pada kelompok tertentu.


