Lonjakan gula darah akibat permen dapat memicu hiperglikemia pada penderita diabetes. Gejalanya bisa berupa rasa haus berlebihan, tubuh terasa lemas, hingga penglihatan kabur.
Risiko ini menjadi lebih besar bila makan permen setelah berbuka puasa dilakukan dalam jumlah banyak atau terlalu sering selama Ramadan.
Pengaturan waktu makan menjadi faktor penting bagi penderita diabetes. Mengonsumsi permen setelah makanan utama cenderung lebih aman dibanding saat perut kosong, karena kehadiran serat, protein, dan lemak membantu memperlambat penyerapan gula.
Dalam praktik makan permen setelah berbuka puasa, pendekatan ini dapat membantu meredam fluktuasi gula darah.
Dalam jangka panjang, konsumsi permen berlebihan dapat memperburuk pengendalian diabetes.
Kadar gula darah yang terus-menerus tinggi berkaitan dengan komplikasi serius seperti gangguan saraf, kerusakan pembuluh darah, dan masalah kardiovaskular.





