Sementara itu, dampak terhadap sistem kardiovaskular biasanya diukur melalui perubahan kadar kolesterol dan tekanan darah.
Protein kedelai dan isoflavon diketahui dapat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL atau kolesterol “jahat”, yang berperan dalam risiko penyakit jantung.
Beberapa penelitian juga menemukan bahwa konsumsi susu kedelai secara rutin dalam jangka panjang dapat berkontribusi pada penurunan tekanan darah, terutama pada penderita hipertensi.
Meski begitu, efeknya cenderung moderat dan bersifat pendukung, bukan pengganti terapi utama.
Menariknya, respons tubuh terhadap susu kedelai tidak sama pada setiap orang. Faktor mikrobioma usus memengaruhi kemampuan tubuh mengubah isoflavon menjadi equol, senyawa yang bermanfaat bagi fungsi pembuluh darah.
Inilah alasan mengapa sebagian orang merasakan perbaikan signifikan pada profil lipid atau tekanan darah, sementara yang lain hampir tidak mengalami perubahan.


