Pemotongan garam secara ekstrem sulit dihindari efek sampingnya, terlebih pada orang yang mengonsumsi obat diuretik atau memiliki penyakit tertentu, karena berisiko memicu gangguan elektrolit.
Secara biologis, garam dapur tersusun dari natrium klorida yang menyediakan ion natrium (Na⁺), elektrolit penting bagi stabilitas cairan tubuh.
Kekurangan natrium dalam jangka panjang dapat menyebabkan hiponatremia, apalagi jika disertai keringat berlebih atau penggunaan diuretik.
WHO merekomendasikan asupan natrium harian kurang dari 2.000 mg, setara dengan sekitar 5 gram garam dapur.
Untuk menjaga ginjal tetap sehat, pengurangan garam sebaiknya difokuskan pada pembatasan makanan olahan seperti mi instan, makanan kaleng, daging olahan, saus, dan fast food, bukan menghilangkan rasa sama sekali.
Penggunaan rempah alami seperti bawang, jahe, atau perasan lemon dapat membantu lidah beradaptasi tanpa merasa hambar.***



