Menurut penelitian ini, pengecualian tersebut justru berisiko disalahartikan. Padahal, paparan layar secara sengaja dan teratur pada usia ini tidak memberikan manfaat apa pun, melainkan hanya menambah risiko.
Berikut adalah dampak yang teridentifikasi:
-Terganggunya ikatan emosional: Anak menjadi lebih sedikit berinteraksi langsung dengan orang tua atau pengasuh, sehingga proses membangun kedekatan terhambat.
-Perkembangan bahasa melambat: Waktu yang seharusnya digunakan untuk mendengar dan berbicara justru tergantikan dengan menonton konten di layar.
-Berkurangnya aktivitas fisik: Anak cenderung duduk diam, sehingga mengurangi kesempatan bermain, bergerak, dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
-Gangguan tidur: Stimulasi yang diterima dari layar membuat otak anak tetap terjaga, sehingga sulit tidur nyenyak.
-Risiko kesehatan lain: Potensi gangguan penglihatan dan peningkatan risiko obesitas karena kurangnya gerak tubuh.
-Perubahan pola kenyamanan: Dikhawatirkan anak akan menjadikan gawai sebagai sumber ketenangan, bukan lagi mengandalkan kedekatan dengan keluarga.


