Ampas ini kaya akan unsur nitrogen dan nutrisi lain yang dibutuhkan tanaman. Jika digunakan secukupnya (lapisan tipis sekitar 1,25 cm saja), ia mampu meningkatkan drainase air, menjaga kelembapan tanah, serta menjadi makanan bagi cacing tanah dan mikroba baik.
Ingat, gunakan dalam batas wajar dan tetap gunakan pupuk biasa, karena penggunaan berlebihan malah bisa menghambat pertumbuhan tanaman.
7. Pewarna Alami Kain
Ingin memberi nuansa warna cokelat alami pada kain atau menyamarkan noda yang sulit hilang? Ampas kopi adalah pewarna alami terbaik. Rebus ampas kopi dengan air, takarannya sekitar 5–6 sendok makan untuk satu potong kaos.
Setelah mendidih, matikan api lalu celupkan kain ke dalamnya: rendam 10–20 menit untuk warna cokelat muda, atau lebih dari satu jam untuk hasil gelap pekat.
Setelah warna pas, angkat dan masukkan ke campuran air panas dan cuka putih (perbandingan 1:4) selama 10 menit agar warna awet, lalu bilas hingga bersih.
Siapa sangka, sisa ampas kopi yang sering dianggap sampah ternyata menyimpan segudang manfaat dari hulu ke hilir.
Mulai dari merawat barang, mempercantik diri, hingga menyuburkan lingkungan, ampas kopi kini layak mendapat tempat istimewa di rumah Anda.***
