Menariknya, bahkan peserta yang tergolong kurang aktif — dengan total langkah harian kurang dari 5.000 langkah — tetap mendapat manfaat besar. Dengan berjalan terus menerus selama 10–15 menit, mereka berhasil menurunkan risiko penyakit jantung dari 15% menjadi 7%, dan menekan risiko kematian dari 5% menjadi kurang dari 1%.
Para peneliti menegaskan bahwa selama ini banyak orang berfokus pada target 10.000 langkah per hari, padahal kualitas dan pola berjalan lebih berpengaruh terhadap kesehatan jantung.
“Yang terpenting bukan hanya berapa langkah yang Anda ambil, tapi bagaimana Anda melangkah,” ujar tim peneliti. “Bagi mereka yang kurang aktif, berjalan terus menerus minimal 10–15 menit sekali atau dua kali sehari sudah memberikan dampak besar bagi kesehatan kardiovaskular.”
Peneliti utama Dr. Borja del Pozo menambahkan, membiasakan diri berjalan dalam satu sesi panjang jauh lebih efektif dibanding berjalan sebentar-sebentar di sela aktivitas harian.
“Meluangkan waktu untuk berjalan lebih lama dalam satu kesempatan dapat memberikan perubahan nyata bagi kesehatan jantung,” tutupnya.***





