1. Kafein
Mayoritas orang merasa kopi, teh, atau minuman bersoda membantu mereka lebih bertenaga. Namun, kafein adalah stimulan sistem saraf yang memicu peningkatan kortisol. EatingWell menyebut asupan berlebihan, apalagi saat tubuh dalam kondisi tertekan, membuat produksi hormon stres meningkat.
Harvard juga mencatat bahwa kurang tidur membuat seseorang semakin bergantung pada kafein, yang lalu mengacaukan pola tidur malam berikutnya—siklus stres pun berulang.
Bukan berarti tak boleh minum kopi, tapi batas wajar hanya dua cangkir per hari dan hindari diminum malam hari.
2. Makanan Gorengan
Saat suntuk, gorengan sering jadi pelarian: ayam tepung, kentang, nugget dan sejenisnya terasa “menenangkan”. Namun, kandungan lemak jenuh dan trans di dalamnya memperparah inflamasi, merusak sel, dan memicu tubuh memproduksi lebih banyak kortisol.
Selain itu, gorengan biasanya tinggi karbohidrat dan lemak olahan yang membuat gula darah naik cepat lalu turun drastis, memicu lapar lagi dan akhirnya meningkatkan berat badan.
3. Makanan Olahan
The Nutrition Source menjelaskan bahwa orang yang mengalami stres berkepanjangan cenderung memilih makanan tinggi gula dan lemak untuk sensasi lega instan. Tetapi sebenarnya, makanan olahan justru memperparah inflamasi serta merusak mikrobioma usus.




