Pengaturan gula darah yang stabil membantu penderita diabetes tipe 2 serta menekan risiko penyakit jantung.
2. Melancarkan pencernaan dan BAB lebih teratur
Serat makanan dalam kurma mendukung sistem cerna dan membantu pola buang air besar. Rekomendasi asupan serat harian yakni 25 gram untuk wanita dan 38 gram untuk pria. Tiga buah kurma jenis jalin mengandung sekitar 4,8 gram serat — setara 13–19% kebutuhan harian.
Dalam penelitian kecil, 22 partisipan diminta mengonsumsi tujuh kurma per hari selama tiga minggu, sementara kelompok lain memakan karbohidrat dan gula. Setelah pergantian pola makan, kelompok yang makan kurma mengalami frekuensi BAB lebih baik.
Baik untuk kesehatan jantung
Polifenol dalam kurma dinilai membantu meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) dan menurunkan kolesterol total — faktor yang sangat berperan dalam risiko penyakit kardiovaskular.
Selain itu, kurma kaya antioksidan yang melindungi sel tubuh dari radikal bebas penyebab kerusakan dan penyakit. Dibanding buah kering lain seperti ara dan persik, kurma tercatat memiliki antioksidan lebih tinggi.


