Bahkan, studi Journal of Ethnopharmacology (2023) mencatat bahwa ekstrak daun belimbing memiliki aktivitas antioksidan setara dengan vitamin C alami.
2. Penenang peradangan
Tidak hanya itu, daun ini juga dikenal sebagai penenang alami bagi peradangan. Masyarakat di Jawa, Sumatera, dan Sulawesi sering menggunakan rebusan daun belimbing untuk kesehatan guna meredakan nyeri sendi, encok, atau pegal-pegal akibat aktivitas berat.
Kandungan senyawa antiinflamasi alami membantu mengurangi pembengkakan dan rasa sakit tanpa efek samping obat kimia.
Caranya mudah: cukup rebus 5–7 lembar daun segar, lalu minum airnya dua kali sehari. Banyak pengguna tradisional melaporkan perbaikan signifikan dalam 3–5 hari.
3. Atasi demam
Untuk urusan demam, rebusan daun belimbing telah menjadi andalan keluarga di daerah pedesaan. Daun ini dipercaya memiliki sifat antipiretik (penurun panas) yang membantu menstabilkan suhu tubuh.

