Gula alami dalam pisang memiliki indeks glikemik menengah dan dibarengi kandungan pektin serta pati resisten yang cukup tinggi.
Kombinasi ini membantu memperlambat lonjakan gula darah dan insulin, dua faktor yang kerap berhubungan dengan gangguan metabolisme lemak.
Tak hanya itu, pisang juga mengandung senyawa fitokimia yang dapat menghambat penyerapan kolesterol di usus.
Dalam jangka panjang, efek ini berkontribusi pada penurunan jumlah kolesterol yang masuk ke aliran darah, meski perubahan terjadi secara bertahap.
Beberapa observasi klinis mencatat bahwa individu yang mengonsumsi sekitar satu buah pisang per hari selama enam bulan mengalami penurunan ringan kolesterol total, biasanya dalam kisaran beberapa persen dibandingkan kondisi awal.
Meski tidak drastis, perubahan ini cukup bermakna jika disertai pola makan seimbang dan aktivitas fisik teratur.



