Analisis tersebut mengungkap bahwa kimchi memiliki sifat imunomodulator, yakni mampu menekan respons imun yang berlebihan sekaligus meningkatkan aktivitas pertahanan tubuh yang dibutuhkan.
Para peneliti menyebut ini sebagai studi pertama di dunia yang memetakan pengaruh kimchi terhadap kekebalan pada tingkat sel tunggal.
Temuan ini juga menegaskan bahwa manfaat kimchi tidak terbatas pada kesehatan metabolik, tetapi meluas ke penguatan sistem imun.
Uji Klinis Manusia dan Analisis Gen Mendalam
Uji coba melibatkan 39 orang dewasa dengan kelebihan berat badan, yang dibagi ke dalam tiga kelompok (masing-masing 13 orang). Selama 12 minggu, peserta mengonsumsi plasebo, bubuk kimchi hasil fermentasi alami, atau bubuk kimchi yang dibuat melalui fermentasi kultur starter.
Setelah periode intervensi, peneliti mengumpulkan sel mononuklear darah perifer (PBMC) dan menganalisisnya menggunakan single-cell RNA sequencing (scRNA-seq).

