Yang menjadi perhatian, peserta yang terbiasa makan larut malam tercatat lebih sering mengalami penyakit kronis dan memiliki risiko kematian lebih tinggi selama masa pemantauan.
Bahkan, setiap keterlambatan satu jam waktu sarapan dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian sebesar 8 hingga 11 persen.
Ahli gizi dari Massachusetts General Hospital, Hassan Dashti, menyebut perubahan jam makan, khususnya sarapan pada usia lanjut, dapat mencerminkan kondisi kesehatan seseorang secara keseluruhan, sebagaimana dikutip dari Health.
Kapan Waktu Sarapan yang Dianjurkan?
Menurut Courtney M. Peterson, profesor nutrisi di Harvard T.H. Chan School of Public Health, tubuh manusia secara alami siap menerima dan mencerna makanan tak lama setelah bangun tidur.
Kebiasaan melewatkan sarapan atau makan terlalu malam dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah di penghujung hari. Kondisi ini berpotensi merusak pembuluh darah, memicu peradangan, serta meningkatkan risiko penyakit kronis seperti diabetes tipe 2 dan gangguan jantung.



