Teh Hijau
Katekin EGCG dalam teh hijau berperan sebagai agen antiinflamasi yang menekan produksi sitokin dan stres oksidatif. Sejumlah penelitian mencatat penurunan kadar TNF-α pada penderita radang sendi dan gangguan usus.
Dalam kondisi sel yang meradang, EGCG mampu menurunkan IL-17, IL-6, TNF-α, dan IL-1β hingga 92 persen. Studi pada manusia juga menunjukkan perbaikan nyeri dan fungsi sendi pada osteoartritis.
Teh Chamomile
Diseduh dari bunga kering, chamomile mengandung apigenin dan flavonoid yang menghambat jalur NF-κB dan MAPK. Studi klinis terbaru menunjukkan teh ini membantu mempercepat penyembuhan jaringan sekaligus menurunkan nyeri dan peradangan.
Selain menekan IL-1β dan TNF-α, chamomile membantu menjaga keseimbangan oksidatif serta mendukung kesehatan saluran cerna dan mukosa tubuh.
Teh Jahe
Teh jahe dibuat dari akar jahe segar yang digiling dan diseduh. Senyawa gingerol di dalamnya menurunkan produksi sitokin inflamasi. Analisis puluhan studi menunjukkan penurunan CRP, TNF-α, IL-6, dan MDA, serta peningkatan total kapasitas antioksidan tubuh.
Efek terapeutiknya terlihat setelah konsumsi rutin 4–12 minggu, terutama pada penderita diabetes atau infeksi berat. Jahe juga menghambat enzim COX-2 layaknya pereda nyeri, tetapi lebih ramah lambung.





