Selain air putih, kebutuhan cairan dapat dipenuhi melalui susu, susu nabati sesuai usia, air kelapa, maupun jus buah tanpa tambahan gula dalam jumlah yang wajar.
Orang tua perlu memastikan anak mendapatkan asupan cairan yang cukup sesuai usia, aktivitas fisik, dan kondisi lingkungan.
3. Mengajak Anak Bermain Permainan Asah Otak
Permainan yang melatih kemampuan berpikir seperti puzzle, teka-teki, catur, atau permainan logika dapat membantu mengembangkan kemampuan kognitif anak.
Melalui aktivitas tersebut, anak belajar mengamati, mengingat informasi, menganalisis masalah, dan mencari solusi. Selain meningkatkan kecerdasan, permainan berpikir juga melatih kesabaran, ketekunan, serta kepercayaan diri anak saat berhasil menyelesaikan tantangan.
4. Rutin Berolahraga dan Aktif Bergerak
Aktivitas fisik tidak hanya baik untuk kesehatan tubuh, tetapi juga berperan penting dalam perkembangan otak anak. Olahraga yang melibatkan koordinasi tubuh, seperti basket, bela diri, menari, atau permainan luar ruangan, dapat melatih refleks dan kemampuan berpikir cepat.
Selain itu, olahraga membantu meningkatkan aliran darah ke otak sehingga suplai oksigen dan nutrisi menjadi lebih optimal untuk mendukung fungsi kognitif.

