Lifestyle

Keindahan dan Kekayaan Bawah Laut Kepulauan Banda

×

Keindahan dan Kekayaan Bawah Laut Kepulauan Banda

Sebarkan artikel ini
FotoJet 10 3
Keindahan dan Kekayaan Bawah Laut Kepulauan Banda

KITAINDONESIASATU.COM – Kepulauan Banda terletak di Kabupaten Maluku Tengah, dikelilingi oleh Pulau Neira, Pulau Gunung Api, Pulau Ai, Pulau Sjahrir, dan Pulau Hatta.

Lokasinya yang strategis menjadikan wilayah ini kaya akan keanekaragaman hayati laut.

Menurut hasil penelitian, kawasan ini memiliki 310 jenis terumbu karang, 871 spesies ikan, serta populasi hiu dan kerapu yang masih sangat terjaga.

Karena kekayaan alamnya, Kepulauan Banda juga dikenal sebagai salah satu warisan dunia yang patut dilestarikan.

Ada banyak aktivitas menarik yang bisa dilakukan di perairan Banda, mulai dari menikmati taman laut, bermain kano, memancing, menyelam, menyaksikan paus dan lumba-lumba, hingga menonton lomba perahu tahunan dari tepi pantai.

Baca Juga  Menyusuri Keindahan dan Mitos di Hutan Wisata Watu Dodol

Bagi pecinta diving, sejumlah lokasi penyelaman di sekitar pulau ini menawarkan keindahan bawah laut yang luar biasa.

Beberapa spot populer di antaranya adalah Sonegat, yang hanya berjarak 5 menit dari pantai dan mudah diakses.

Kemudian ada Pulau Keraka yang cocok untuk melihat terumbu karang dan barakuda, serta Pulau Lontar yang menawarkan pemandangan bawah laut yang menawan.

Spot menarik lainnya adalah Batu Belanda yang dipenuhi gua kecil, tabung spons, dan ikan-ikan seperti kakap dan bannerfish.

Pulau Ai juga menjadi lokasi menyelam favorit karena memiliki dinding laut yang besar dan gua alam, rumah bagi berbagai jenis ikan pelabuhan.

Baca Juga  7 Kejutan Mengejutkan: Ariel Noah Resmi Jadi Dilan di Dua Film Baru

Sementara itu, Pulau Hatta menawarkan penyelaman di Atol Skaru, tempat di mana penyelam bisa menemukan ikan unicorn, fusilier, jack, rainbow runners, napoleon wrasse, dan penyu.

Untuk mencapai Banda, pengunjung dapat menggunakan pesawat dari Ambon ke Banda via Aviator atau menempuh perjalanan laut menggunakan kapal Pelni yang berlayar setiap dua minggu dari Ambon.

Meski menempuh perjalanan cukup jauh, keindahan alam Kepulauan Banda sebanding dengan usaha yang dilakukan.-***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *