Faktor Risiko yang Bisa Diubah
Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar faktor risiko yang dapat dimodifikasi berkaitan erat dengan kerusakan pembuluh darah otak.
Isabelle Glans, mahasiswa doktoral Universitas Lund, menjelaskan bahwa merokok, tekanan darah tinggi, gangguan metabolik, hingga penyakit kardiovaskular berhubungan dengan percepatan kerusakan materi putih di otak.
Kerusakan ini mengganggu aliran darah dan fungsi pembuluh darah di otak, yang pada akhirnya dapat memicu demensia vaskular.
Selain itu, peneliti juga menemukan kaitan antara faktor metabolik dan perubahan khas Alzheimer. Diabetes, misalnya, dikaitkan dengan peningkatan penumpukan protein beta-amiloid.
Sementara itu, akumulasi protein tau yang lebih cepat justru terlihat pada individu dengan indeks massa tubuh (BMI) rendah.



