2. Makan Buah dan Sayuran Tanpa Dicuci
Buah dan sayur yang terlihat bersih belum tentu bebas dari telur cacing atau bakteri. Apalagi jika dikonsumsi mentah tanpa dicuci bersih.
Solusi: Pastikan semua buah dan sayuran dicuci dengan air bersih sebelum dimakan. Bila perlu, kupas kulitnya atau masak terlebih dahulu, terutama saat diberikan kepada anak balita.
3. Sering Memasukkan Tangan ke Mulut
Anak-anak, terutama bayi dan balita, punya kebiasaan alami memasukkan tangan atau benda ke mulut. Jika tangan mereka membawa telur cacing, maka risiko infeksi sangat tinggi.
Solusi: Selalu ingatkan anak untuk tidak memasukkan tangan ke mulut, dan bersihkan tangan mereka secara berkala, terutama setelah bermain. Gunakan tisu basah atau cairan pembersih tangan bila tidak ada air.
4. Tidak Memotong Kuku Secara Teratur
Kuku yang panjang bisa menjadi tempat menumpuknya kotoran dan telur cacing. Saat anak makan atau mengisap jari, telur cacing bisa ikut masuk ke saluran cerna.
Solusi: Rutin memotong kuku anak seminggu sekali dan bersihkan kotoran di bawah kuku. Ajari anak agar tidak menggigit kuku, yang bisa memperbesar risiko infeksi.

