KITAINDONESIASATU.COM – Karotenoid adalah senyawa alami yang memberi warna merah, oranye, dan kuning pada buah dan sayur seperti wortel, tomat, pepaya, hingga bayam.
Selain sebagai pewarna alami, karotenoid juga berfungsi sebagai antioksidan kuat yang larut dalam lemak dan mudah diserap tubuh.
Tak hanya ditemukan pada tumbuhan, karotenoid juga terdapat pada produk hewani seperti kuning telur dari ayam yang mengonsumsi pakan tinggi karotenoid.
Dari 600 jenis karotenoid, enam yang paling umum dan bermanfaat adalah: beta karoten, beta cryptoxanthin, likopen, lutein, zeaxanthin, dan astaxanthin.
Beberapa di antaranya dapat diubah menjadi vitamin A dan bermanfaat bagi kesehatan.
Berikut beberapa manfaat utamanya:
Menjaga kesehatan mata:
Lutein, zeaxanthin, dan beta karoten membantu melindungi retina dan lensa mata dari kerusakan akibat sinar UV dan radikal bebas.
Mencegah penuaan dini:
Kandungan antioksidannya mampu melindungi kulit dari kerusakan sinar matahari, sehingga mengurangi risiko kerutan dan flek hitam.
Menurunkan risiko penyakit jantung:
Karotenoid membantu mencegah penumpukan kolesterol jahat (LDL) di arteri yang bisa memicu penyakit jantung.
Meningkatkan kesehatan tulang:
Senyawa ini juga dikaitkan dengan peningkatan kepadatan tulang dan penurunan risiko osteoporosis.
Mengurangi risiko kanker:
Konsumsi karotenoid secara rutin dapat membantu menurunkan risiko kanker paru dan kulit, meski masih perlu penelitian lanjutan.
Karotenoid juga diduga berperan dalam menurunkan risiko Alzheimer dan diabetes tipe 2.
Karotenoid bisa diperoleh dari buah seperti jeruk, mangga, semangka, dan aprikot, serta sayuran seperti tomat, jagung, paprika, dan kangkung.
Suplemen karotenoid juga tersedia, namun sebaiknya dikonsumsi sesuai anjuran dokter, terutama oleh ibu hamil.
Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan efek samping seperti kulit menguning, sakit perut, hingga peningkatan risiko patah tulang pada lansia.-***




