KITAINDONESIASATU.COM – Kampung Kemiren, yang terletak di Kecamatan Glagah, Banyuwangi, merupakan simbol pelestarian budaya yang masih hidup hingga kini.
Meskipun waktu terus berjalan, desa ini tetap teguh mempertahankan warisan leluhurnya, menjadikannya sebagai destinasi wisata budaya yang unik dan otentik.
Keaslian budaya masyarakat Kemiren tetap terjaga dan terlihat jelas dari berbagai aspek kehidupan, salah satunya melalui bangunan rumah yang masih mempertahankan gaya arsitektur tradisional Gebyuk, lengkap dengan interior khas yang mencerminkan nilai sejarah dan budaya masa lampau.
Keberadaan rumah-rumah ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin merasakan suasana kehidupan tradisional khas Banyuwangi.
Meski berakar kuat pada tradisi, masyarakat Kemiren juga tidak menutup diri dari perkembangan zaman.
Hal ini terlihat dari cara bertani yang kini memadukan teknik modern guna meningkatkan hasil panen secara efisien tanpa mengabaikan kearifan lokal.
Upacara adat seperti pernikahan masih dijalankan sesuai tradisi.
Prosesi diawali dengan Lamaran Manten, yaitu saat keluarga mempelai pria datang membawa seserahan ke rumah mempelai wanita.
Setelah lamaran diterima, kedua keluarga akan menetapkan hari pernikahan.
Prosesi ini mencerminkan nilai kekeluargaan dan tata krama yang masih dijunjung tinggi oleh masyarakat.
Selain itu, Desa Kemiren memiliki tradisi unik berupa upacara syukuran panen yang disebut Tumpeng Sewu.
Dalam acara ini, masyarakat berkumpul sambil membawa ribuan tumpeng – nasi kuning berbentuk kerucut – sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen dan kedamaian desa.
Tradisi ini layaknya perayaan Thanksgiving, namun dengan sentuhan budaya lokal yang khas.
Desa Kemiren pun menjadi contoh harmoni antara pelestarian budaya dan kemajuan zaman.-***


