Lifestyle

Kaitan Malnutrisi dengan Diabetes Tipe 5 pada Remaja dan Dewasa Muda

×

Kaitan Malnutrisi dengan Diabetes Tipe 5 pada Remaja dan Dewasa Muda

Sebarkan artikel ini
diabetes
Ilustrasi tes diabetes (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Diabetes tipe 5 adalah jenis diabetes yang relatif baru dikenal, namun sebenarnya telah lama ada.

Dikenal juga sebagai maturity onset diabetes of the young (MODY) atau malnutrition-related diabetes, penyakit ini berkaitan erat dengan kekurangan gizi kronis dan umumnya menyerang remaja serta dewasa muda.

Berbeda dengan diabetes tipe 1 dan tipe 2, diabetes tipe 5 disebabkan oleh kerusakan fungsi pankreas akibat kekurangan nutrisi, bukan karena autoimun atau resistensi insulin.

Kondisi ini umumnya terjadi pada individu dengan berat badan rendah, terutama yang mengalami malnutrisi di usia pertumbuhan (9–17 tahun).

Faktor penyebab utamanya meliputi keterbatasan pangan, buruknya sanitasi, infeksi berulang, serta akses layanan kesehatan yang minim.

Faktor genetik juga berperan dalam meningkatkan risiko terkena diabetes tipe ini.

Gejala diabetes tipe 5 mirip dengan jenis diabetes lain, seperti berat badan rendah, rasa lapar berlebihan, kelelahan, luka yang sulit sembuh, sering buang air kecil, rasa haus berlebih, kesemutan, hingga pandangan kabur.

Diagnosis biasanya melibatkan pemeriksaan kadar gula darah, status gizi, serta fungsi pankreas.

Penanganan diabetes tipe 5 mencakup penggunaan obat antidiabetes, terapi insulin, dan perbaikan status gizi melalui diet tinggi protein dan kalori.

Pemulihan gizi harus dilakukan secara bertahap untuk mencegah komplikasi serius seperti kerusakan ginjal.

Pencegahan dan penanganan dini sangat penting, mengingat diabetes tipe 5 dapat berujung pada gangguan imunitas, gagal ginjal, gangguan penglihatan, bahkan kematian dini.

Oleh karena itu, masyarakat perlu lebih waspada terhadap masalah malnutrisi sebagai faktor risiko diabetes, terutama di negara dengan tantangan sosial-ekonomi seperti Indonesia.

Jika mengalami gejala terkait atau memiliki riwayat kekurangan gizi, segera konsultasikan ke dokter untuk pemeriksaan dan penanganan yang tepat.-***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *