KITAINDONESIASATU.COM – Ilusi, delusi, dan halusinasi sering dianggap sama, padahal ketiganya memiliki arti berbeda.
Ketiganya berhubungan erat dengan kondisi kesehatan mental dan umum dialami oleh penderita gangguan jiwa seperti skizofrenia atau gangguan psikotik.
Ilusi terjadi saat otak salah mengartikan rangsangan dari pancaindra. Misalnya, melihat bayangan seperti hewan padahal hanya orang bersepeda, atau mendengar langkah kaki padahal hanya suara biasa. Ilusi bisa terjadi pada orang sehat, namun lebih umum pada pasien gangguan jiwa.
Delusi adalah keyakinan kuat terhadap hal yang tidak nyata dan tidak bisa diluruskan dengan logika.
Contohnya, seseorang yakin sedang diawasi atau dikendalikan oleh makhluk asing. Delusi bisa dialami oleh penderita skizofrenia, psikosis, bipolar, atau gangguan lain seperti demensia.
Halusinasi merupakan persepsi terhadap sesuatu yang tidak ada sama sekali. Penderitanya bisa mendengar suara, melihat sosok, atau mencium bau yang tidak nyata. Kondisi ini sering dikaitkan dengan gangguan mental berat seperti skizofrenia, demensia, atau gangguan saraf seperti Parkinson.
Jika ilusi terjadi sesekali dan tidak disertai gejala lain, biasanya tidak berbahaya.
Namun, jika disertai delusi atau halusinasi, perlu segera diperiksa ke psikolog atau psikiater untuk diagnosis dan penanganan yang tepat, termasuk terapi atau pemberian obat.-***



