Lifestyle

Jangan Langsung Pulang, Ini Amalan Dahsyat Seusai Salat Jumat yang Jarang Diketahui

×

Jangan Langsung Pulang, Ini Amalan Dahsyat Seusai Salat Jumat yang Jarang Diketahui

Sebarkan artikel ini
Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun Hijriah
Ilustrasi.

KITAINDONESIASATU.COM – Sebuah syair kuno yang dahulu kerap dilantunkan para sesepuh di tahun 1950-an, kini kembali menggema di tengah umat Islam yang merindukan amalan ringan penuh makna. Syair ini bukan sekadar rangkaian kata indah, namun juga penuh harapan dan doa tulus seorang hamba kepada Tuhannya.

Dikenal luas karena pernah dipopulerkan oleh Gus Dur, syair ini sering dikaitkan dengan sosok legendaris Abu Nawas, ulama cerdas sekaligus jenaka yang kata-katanya menggugah jiwa. Tak heran jika bait ini begitu membekas di hati banyak orang saleh dari masa ke masa.

BACA JUGA: https://www.kitaindonesiasatu.com/lifestyle/disunahkan-mandi-jumat-berikut-niat-dan-tata-caranya

Namun yang lebih mengejutkan, dalam kitab I’anatut Thalibin, Sayid Bakri bin Muhammad Syatho Dimyathi mengutip pernyataan agung dari Syekh Abdul Wahhab Sya’rani, seorang wali besar pengumpul syariat dan hakikat. Disebutkan, siapa pun yang rutin membaca dua bait ini setiap hari Jumat, maka Allah akan mewafatkannya dalam keadaan Islam tanpa ragu sedikit pun.

Berikut syair keramat yang dimaksud:

إِلَهِي لَسْتُ لِلْفِرْدَوْسِ أَهْلًا
وَلَا أَقْوَى عَلَى نَارِ الجَحِيْمِ
فَهَبْ لِيْ تَوْبَةً وَاغْفِرْ ذُنُوْبِي
فَإِنَكَ غَافِرُ الذَنْبِ العَظِيْمِ

BACA JUGA: https://www.kitaindonesiasatu.com/lifestyle/tata-cara-mandi-jumat-disertai-niat-dan-artinya

Teks Latin: Ilahi lastu lil Firdausi ahla # Wa la aqwa ala naril jahimi / Fa hab li taubatan waghfir dzunubi # Fainnaka ghafirudz dzanbil ‘azhimi.

Artinya: “Tuhanku, aku bukanlah hamba yang pantas masuk surga-Mu. Dan aku takkan sanggup menahan panasnya neraka-Mu. Maka berilah aku tobat, ampunilah seluruh dosaku, karena sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dosa-dosa besar.”

Meski tak dijelaskan waktu spesifiknya, sebagian ulama menyarankan untuk membacanya lima kali setelah shalat Jumat. Amalan ringan ini diyakini memiliki keutamaan luar biasa yang terlalu sayang jika dilewatkan. Bahkan bisa dibaca sebelum meninggalkan sajadah, atau usai Ashar jika terlewat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *