KITAINDONESIASATU.COM – Hipertensi dibedakan menjadi dua jenis: hipertensi primer (tanpa penyebab yang jelas) dan hipertensi sekunder (akibat penyakit lain).
Sebagian besar kasus hipertensi adalah hipertensi primer.
Klasifikasi Hipertensi
Normal:
Tekanan sistolik < 120 mmHg dan diastolik < 80 mmHg.
Prahipertensi:
Sistolik 120–139 mmHg atau diastolik 80–89 mmHg, menandakan risiko lebih tinggi untuk berkembang menjadi hipertensi.
Hipertensi Tingkat 1:
Sistolik 140–159 mmHg atau diastolik 90–99 mmHg, memerlukan pengobatan.
Hipertensi Tingkat 2:
Sistolik > 160 mmHg atau diastolik > 100 mmHg, memerlukan pengobatan lebih intensif.
Hipertensi Krisis:
Sistolik > 180 mmHg atau diastolik > 120 mmHg, memerlukan perawatan medis darurat.
Faktor Risiko Hipertensi
Faktor-faktor seperti usia, obesitas, diabetes, gangguan tidur, dan riwayat keluarga dapat meningkatkan risiko hipertensi.
Gaya hidup yang buruk, seperti stres, konsumsi garam berlebihan, kekurangan kalium, dan kurang olahraga, juga memperburuk kondisi ini.
Tindakan Pencegahan
Untuk mencegah hipertensi, penting untuk mengurangi konsumsi garam, kafein, dan alkohol, rajin berolahraga, menjaga berat badan ideal, dan mengelola stres.
Pemeriksaan tekanan darah secara rutin juga sangat disarankan untuk mengetahui status kesehatan Anda.***




