Lifestyle

Hidup di Akhir Zaman, Ini Doa Dijauhkan dari Maksiat

×

Hidup di Akhir Zaman, Ini Doa Dijauhkan dari Maksiat

Sebarkan artikel ini
pprno
Ilustrasi menonton film dewasa. (Foto: Pixabay)

KITAINDONESIASATU.COM – Para ulama mengatakan bahwa saat ini kita hidup di akhir zaman. Maka, agar hidup kita selamat di dunia maupun di akhirat, harus menjauhi perbuatan dosa atau maksiat.

Di zaman sekarang ini untuk melakukan maksiat tidak harus ke luar rumah, di dalam rumah pun bisa, atau bahkan di dalam genggaman kita, yaitu handphone.

Ya, gawai yang ada dalam genggaman kitab isa menjadi maksiat apabila tidak kita gunakan dengan baik. Di Handphone, salah satunya menonton film dewasa dan ini adalah berdosa.

Maka, kita perlu berdoa kepada Alllah SWT untuk meminta perlindungan dan dijauhkan dari maksiat.

Berikut doa yang dibaca sebagai bagian ikhtiar untuk menjauhi maksiat:

Teks Arab: اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْئَلُكَ التَوْبَةَ وَدَوَامَهَا وَنَعُوْذُ بِكَ مِنَ المَعْصِيَةِ وَأَسْبَابِهَا وَذَكِّرْنَا بِالخَوْفِ مِنْكَ قَبْلَ هُجُومِ خَطَرَاتِهَا، وَاحْمِلْهُ عَلَى النَّجَاةِ مِنْهَا وَمِنْ التَّفَكُّرِ فِي طَرَائِقِهَا وَامْحُ مِنْ قُلُوبِنَا حَلَاوَةَ مَا اجْتَبَيْنَاهُ مِنْهَا، وَاسْتَبْدِلْهَا بِالكَرَاهَةِ لَهَا وَالطَّمَعِ لِمَا هُوَ بِضِدِّهَا 

Teks Latin: Allāhumma innā nas’alukat taubata wa dawāmahā, wa na‘ūdzu bika minal ma‘shiyati wa asbābihā, wa dzakkirnā bil khaufi mina qabla hujūmi khatharātihā, wahmilhu alān najāti minhā wa minat tafakkuri fī tharā’iqihā, wamhu min qulūinā halāwata majtabaināhu minhā, wastabdilhā bil karāhati lahā wat thama‘I li mā huwa bi dhiddihā.

Artinya: Ya Allah, kepada-Mu kami meminta pertobatan dan kelanggengannya. Kepada-Mu, kami berlindung dari maksiat dan sebab-sebabnya. Ingatkan kami agar takut kepada-Mu sebelum datang bahaya maksiat. Bawakan ketakutan itu untuk menyelamatkan kami dari maksiat dan dari pikiran di jalanan maksiat. Hapuskan kelezatan maksiat yang kami pilih dari hati kami. Gantikan kenikmatan itu dengan rasa tidak suka dan keinginan terhadap lawanan maksiat  (Perukunan Melayu, ikhtisar dari karya Syekh M Arsyad Banjar).

Sebelum berdoa, dianjurkan untuk sholat taubat dua rakaat, dan memohon kepada Allah SWT untuk tidak lagi melakukan maksiat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *