Tahap awal proyek ini akan memprioritaskan 10 film, dengan dukungan dana sebesar 100 juta RMB (sekitar Rp220 miliar).
“AI adalah kuas, tapi kreativitas adalah jiwanya. Kami ingin menghidupkan kembali tulang punggung budaya kami,” kata Ketua Canxing Media, Tian Ming, menambahkan.
Film Animasi Penuh AI Pertama di Dunia Resmi Diluncurkan
Sementara itu, film “A Better Tomorrow: Cyber Border” mencuri perhatian sebagai bukti konsep era baru produksi film.
Terinspirasi dari film kejahatan klasik karya John Woo, versi ini tampil dengan sentuhan cyberpunk dan dibuat sepenuhnya menggunakan AI—dari skrip, desain karakter, hingga rendering akhir.
Menariknya, seluruh proses produksi hanya melibatkan 30 orang. “Dulu bisa bertahun-tahun, kini selesai dalam hitungan bulan,” kata produser Zhang Qing.
Ini menunjukkan betapa AI mempercepat proses kreatif, tanpa mengorbankan kualitas cerita.
Membangun Masa Depan Industri Hiburan Tiongkok
Film ini juga membawa pesan yang lebih besar: membangun kembali kekuatan budaya melalui IP lokal. Zhang Qing menyatakan bahwa sudah saatnya Tiongkok memiliki game fighting kelas dunia yang terinspirasi tokoh seperti Wong Fei-hung atau Nezha.
