KITAINDONESIASATU.COM – Nama Jackie Chan kembali membuktikan dirinya belum tergantikan di panggung perfilman dunia. Meski usianya kini menginjak 71 tahun, aktor laga legendaris ini masih aktif membintangi proyek-proyek film terbaru yang menunjukkan kelas, kharisma, dan warisan bela diri yang melekat kuat sepanjang kariernya.
Kini Jackie Chan memang lebih sering tampil sebagai sosok mentor, detektif, atau figur berpengalaman. Namun satu hal tak berubah: aksi bela diri khasnya tetap hidup, dikemas dengan pendekatan yang lebih matang, emosional, dan sarat makna.
Berikut deretan film terbaru Jackie Chan yang wajib masuk radar tontonan:
The Shadow’s Edge (2025)
Dalam film aksi-thriller bernuansa gelap ini, Jackie Chan memerankan mantan pakar pengawasan kepolisian yang telah pensiun. Namun ketenangan hidupnya terusik saat ia direkrut kembali untuk membongkar sindikat pencurian berteknologi tinggi. Tanpa mengandalkan kekuatan semata, karakter Jackie tampil dengan kecerdasan, insting tajam, dan pengalaman panjang—menampilkan sisi serius dan realistis yang jarang terlihat sebelumnya.
A Legend (2024)
Film ini membawa Jackie Chan ke petualangan lintas waktu yang epik. Ia berperan sebagai profesor arkeologi yang menemukan keterkaitan misterius antara artefak kuno dan kehidupan masa lalu. Uniknya, film ini menghadirkan dua versi Jackie Chan sekaligus, memadukan sejarah, fantasi, CGI modern, dan laga bela diri dalam satu kisah ambisius yang memanjakan mata.
Karate Kid: Legends (2025)
Jackie Chan kembali mengenakan jubah ikonik Mr. Han dalam film yang menyatukan semesta Karate Kid. Bersama Daniel LaRusso, ia membimbing generasi baru murid bela diri. Lebih dari sekadar pertarungan, film ini menonjolkan filosofi hidup, kedisiplinan, dan penghormatan terhadap seni bela diri—dengan Jackie Chan tampil sebagai mentor inspiratif lintas generasi.
Ride On (2023)
Dirilis pada 2023, Ride On menjadi salah satu film paling personal Jackie Chan. Ia memerankan mantan stuntman yang hidupnya meredup dan hubungannya dengan sang putri memburuk. Cerita berfokus pada perjuangannya mempertahankan kuda kesayangan di tengah perubahan industri film aksi. Sarat emosi dan reflektif, film ini disebut-sebut sebagai cermin perjalanan hidup Jackie Chan sendiri—legenda laga yang menua, namun tak pernah kehilangan jiwa petarung. (*)
