Film orisinal Netflix ini disebut memiliki alur absurd dengan karakter manusia dan robot yang sama-sama menjengkelkan. Dibintangi Millie Bobby Brown dan Chris Pratt, The Electric State mengikuti perjalanan seorang gadis muda di dunia pasca-perang manusia dan robot—namun bagi Debruge, kisahnya gagal menyentuh emosi.
3. War of the Worlds
Adaptasi terbaru novel klasik H. G. Wells ini justru disebut Debruge terasa seperti iklan Amazon Prime yang terang-terangan. Kritik paling keras diarahkan pada akting Ice Cube, yang dinilai sama sekali tak meyakinkan sebagai ahli keamanan siber.
Disutradarai Rich Lee dan dibintangi Eva Longoria serta Clark Gregg, film ini mengisahkan invasi alien yang memburu data digital manusia. Konsep futuristiknya ada, namun eksekusinya dinilai mengecewakan.
4. The Actor
Karya terbaru sutradara Duke Johnson ini kembali gagal memikat. Meski dibintangi André Holland dan Gemma Chan, Debruge menilai film ini terjebak dalam misteri eksistensial yang membingungkan dan tak masuk akal.
Cerita tentang aktor amnesia yang terdampar di kota kecil misterius seharusnya menjanjikan. Namun akting yang kaku dan emosi yang tak tersampaikan membuat penonton sulit terhubung dengan kisahnya.
5. Presence
Disutradarai Steven Soderbergh, Presence mencoba bereksperimen dengan sudut pandang kamera dari perspektif hantu. Dibintangi Lucy Liu dan Julia Fox, film ini sempat menuai pujian dari sebagian kalangan.
Namun bagi Debruge, eksperimen tersebut justru gagal total. Alih-alih menyeramkan, pergerakan kamera dianggap terlalu robotik dan membosankan, membuat elemen horor kehilangan daya guncangnya.
Daftar ini menjadi tamparan keras bagi film-film besar 2025, sekaligus pengingat bahwa nama besar dan teknologi canggih tak selalu menjamin kualitas cerita. (*)

