KITAINDONESIASATU.COM – Banyak orang mengabaikan tekanan darah tinggi karena terlihat sepele. Padahal, hipertensi yang terus-menerus bisa merusak ginjal dan memicu komplikasi serius, termasuk gagal ginjal kronis.
Mengutip halodoc, Ginjal berperan penting menyaring limbah dan cairan berlebih dari darah. Tapi ketika tekanan darah tinggi merusak pembuluh darah kecil (nefron), aliran oksigen dan nutrisi ke ginjal terganggu. Lama-kelamaan, arteri di sekitar ginjal bisa menyempit, mengeras, atau melemah, sehingga fungsi ginjal menurun.
Fakta mengejutkan: hipertensi adalah penyebab gagal ginjal kronis kedua terbesar setelah diabetes, namun banyak penderitanya tidak menyadari kondisi ini. Seringnya, masalah baru terdeteksi saat pemeriksaan darah atau urine, saat ginjal sudah rusak parah.
Gejala yang Wajib Diwaspadai
Hipertensi sering bersifat “bertopeng” alias tidak menunjukkan gejala. Namun beberapa tanda bisa muncul:
- Jumlah urine berkurang atau kesulitan buang air kecil
- Pembengkakan akibat penumpukan cairan, terutama di tungkai bawah
- Buang air kecil lebih sering, terutama malam hari
- Sakit kepala yang tak kunjung reda
Deteksi Dini
Pemeriksaan rutin dan konsultasi dengan dokter sangat penting untuk mencegah kerusakan ginjal lebih parah.
Langkah Penanganan dan Pencegahan
Walau kerusakan ginjal akibat hipertensi tidak bisa dipulihkan, perkembangannya bisa diperlambat dengan:
- Mengontrol tekanan darah dan pemeriksaan rutin
- Pola makan sehat dan seimbang
- Olahraga ringan, seperti jalan kaki 30 menit per hari
- Minum obat sesuai anjuran dokter (misal ACE inhibitor atau ARB)
- Berhenti merokok dan alkohol. (*)





