KITAINDONESIASATU.COM – Hari ini puasa Ramadan yang terakhir, hari ke-30, Minggu, 30 Maret 2025. Adapun doa adalah sebagai bentuk permohonan, pengharapan, permintaan dan pujian kepada Allah SWT. Terlebih lagi berdoa di bulan Suci Ramadan yang di mana doanya mustajab (dikabulkan).
Barangsiapa berdoa dengan penuh keikhlasan dan kerendahan hati, serta semata-mata hanya berharap pertolongan Allah SWT, maka insyaaAllah doanya tidak akan tertolak. Hal ini sebagaimana dalam firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 186:
وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌ ۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ
Artinya: “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku Kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran’’.
Dalam hadits lain, Sholallahu Alaihi Wasalam bersabda:
ثَلاَثٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ :الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ، وَاْلإِماَمُ الْعَادِلُ، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُوْمِ
Artinya: Ada tiga orang yang tidak tertolak doanya; seorang yang berpuasa sehingga berbuka, seorang pemimpin yang adil, seorang yang terzalimi.
Menukil dari buku ‘’Kumpulan Doa 30 Hari Puasa Ramadan’’, karya Nurhayati MA, berikut doa Ramadan hari ke-30:
اللَّهُمَّ اجْعَلْ صِيَامِي فِيْهِ بِالشَّكْرِ وَالْقَبُولِ عَلَى مَا تَرْضَاهُ وَ يَرْضَاهُ الرَّسُوْلُ مُحْكَمَةً فُرُوْعُهُ بالأُصُولِ بِحَقِّ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ آلِهِ الطَّاهِرِينَ وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Teks Latin: Allâhummaj’al shiyâmî fîhi bisysyukri wal qabûli ‘alâ mâ tardhâhur Wayardlâhurrasûlu muhkamatan furû’uhu bil ushuli bihaqqi sayyidinâ muhammadin wa âlihit Al-Thâhirîn wal hamdu lillahi rabbil’âlamin.
Artinya: “Ya Allah, kabulkan puasaku di bulan ini sesuai dengan ridha-Mu dan ridha Rasul-Mu (sehingga) cabang-cabangnya kokoh karena pondasinya demi junjungan kami Muhammad SAW dan keluarganya. Dan segala puja bagi Allah Tuhan semesta alam.” (*)


