KITAINDONESIASATU.COM – Water fasting merupakan metode diet ekstrem di mana seseorang hanya mengonsumsi air putih dan tidak mengasup makanan atau minuman lain selama periode tertentu.
Diet ini biasanya dilakukan untuk menurunkan berat badan, detoksifikasi tubuh, atau sebagai persiapan medis sebelum prosedur tertentu.
Apa Saja Manfaat Water Fasting?
- Menurunkan Berat Badan:
Karena tubuh tidak mendapatkan asupan kalori sama sekali, berat badan bisa turun sekitar 0,9 kg per hari. Selain itu, minum dua liter air putih dapat membantu membakar hingga 100 kalori harian. - Baik untuk Kesehatan Jantung dan Pencegahan Kanker:
Beberapa studi menunjukkan bahwa water fasting dapat menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida serta membantu memperlambat pertumbuhan sel kanker. - Mengurangi Risiko Diabetes:
Tanpa konsumsi gula dari makanan, tubuh meningkatkan sensitivitas insulin, sehingga berpotensi menurunkan risiko diabetes tipe 2. - Menurunkan Tekanan Darah:
Bagi penderita hipertensi, water fasting terbukti efektif dalam menurunkan tekanan darah. Studi menunjukkan 82–90% peserta mengalami penurunan tekanan darah setelah berpuasa air selama 10–14 hari.
Risiko yang Perlu Diwaspadai
- Kekurangan Nutrisi:
Karena tidak ada asupan selain air, tubuh bisa kekurangan vitamin, mineral, dan zat penting lainnya yang dibutuhkan untuk berfungsi normal. - Dehidrasi:
Meski terdengar kontradiktif, kekurangan makanan padat bisa mengurangi total asupan cairan tubuh karena sebagian besar air biasanya juga berasal dari makanan. - Hipotensi Ortostatik:
Kondisi ini terjadi ketika tekanan darah menurun secara tiba-tiba saat berdiri, menyebabkan pusing atau bahkan nyaris pingsan.
Panduan Melakukan Water Fasting
- Fase Persiapan (Pra-Diet):
Selama 3–4 hari sebelum memulai, kurangi porsi makan secara bertahap atau mulai berpuasa sebagian dalam sehari untuk menyesuaikan tubuh. - Fase Diet (24–72 jam):
Konsumsi 2–3 liter air setiap hari. Hindari aktivitas berat atau yang membutuhkan konsentrasi tinggi. Diet ini tidak disarankan dilakukan lebih dari 72 jam tanpa pengawasan medis. - Fase Pemulihan (Pasca-Diet):
Kembali makan secara perlahan dimulai dengan porsi kecil atau jus. Hal ini penting untuk menghindari sindrom refeeding yang dapat berbahaya.
Siapa yang Tidak Disarankan Melakukan Water Fasting?
Water fasting tidak cocok bagi ibu hamil, ibu menyusui, lansia, serta penderita penyakit seperti gangguan ginjal, maag, asam urat, dan gangguan makan.
Sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau ahli gizi sebelum mencobanya.-***


