KITAINDONESIASATU.COM – Bacaan zikir subhanallah ternyata banyak keutamaannya, padahal zikir ini sering dibaca usai sholat lima waktu.
Sebagaimana firman Allah dalam surah Al-Isra’ ayat 44 tentang anjuran bertasbih:
Teks Arab: تُسَبِّحُ لَهُ السَّمٰوٰتُ السَّبْعُ وَالْاَرْضُ وَمَنْ فِيْهِنَّۗ وَاِنْ مِّنْ شَيْءٍ اِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهٖ وَلٰكِنْ لَّا تَفْقَهُوْنَ تَسْبِيْحَهُمْۗ اِنَّهٗ كَانَ حَلِيْمًا غَفُوْرًا ٤٤
Artinya: “Langit yang tujuh, bumi, dan semua yang ada di dalamnya senantiasa bertasbih kepada Allah. Tidak ada sesuatu pun, kecuali senantiasa bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.”
Berikut keutamaan membaca zikir subhanallah dan penjelasannya:
- Disukai Allah SWT
Bacaan tasbih adalah salah satu kailmat yang disukai oleh Allah SWT. Diriwayatkan dari Samrah bin Jundub bahwa Nabi SAW bersabda:
عَنْ سَمْرَةِ بْنِ جُنْدُبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَحَبُّ الكَلَامِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَرْبَعٌ سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ لَا يَضُرُّكَ بِأَيِّهِنَّ بَدَأْتَ
Artinya: “Ucapan (dzikir) yang paling disukai Allah ada empat, yaitu (1) subhanallah (Mahasuci Allah), (2) alhamdulillah (segala puji bagi Allah), (3) laa ilaaha illa Allah (tiada Tuhan selain Allah), dan (4) Allahu akbar (Allah Mahabesar). Tidak membahayakanmu dengan ucapan mana saja kamu mulai.” (HR Muslim dan Ahmad).
- Memperberat Timbangan Amal
Mengucapkan tasbih, “Subhanallah wa bihamdihi dan subhanallah al-azhim,” akan memperberat timbangan amal kita di hari akhir. Nabi Muhammad SAW bersabda:
كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ، ثَقِيلَتَانِ فِى الْمِيزَانِ ، حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ
Artinya: “Dua kalimat, keduanya ringan diucapkan, keduanya berat dalam timbangan amal, dan keduanya disukai oleh Allah Yang Maha Pengasih: subhanallah wa bihamdihi, subhanallah al-‘Azhim” (HR Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa’i, dan Ibnu Majah).
- Rezeki Dipermudah
Mengamalkan bacaan subhanallah akan mendapatkan keutamaan rezeki dari Allah. Rasulullah SAW bersabda:
Teks Arab:اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رَ النَّبِيُّ صَلَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَلَا أُعَلِّمُكُمْ مَا عَلَّمَ نُوْحٌ ابْنَهُ
Artinya: “Maukah kamu kuberi tahu apa yang diajarkan Nuh kepada anaknya?” (beliau berkata kepada anaknya), “Aku menyuruhmu membaca subhanallah wa bihamdihi karena sesungguhnya dia adalah doa seluruh makhluk, tasbih semua makhluk, dan dengannya para makhluk memperoleh rezeki.” (HR Ibnu Abi Syaibah).
- Dosanya Diampuni
Bacaan Tasbih akan menghapus dosa pembacanya meski dosanya sangat banyak. Rasulullah bersabda:
Teks Arab: سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ، فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ، حُطَّتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ
Artinya: “Siapa yang membaca ‘Subhanallah wa bihamdihi dalam sehari seratus kali, akan dihapuskan dosanya meski sebanyak buih di laut.” (HR Bukhari & Muslim).
Hadits lain mengatakan bahwa membaca tasbih akan menambah 20 kebaikan dan menghapus 20 dosa. Rasulullah SAW bersabda yang artinya:
“Sungguh Allah telah memilih empat perkataan, yaitu (1) subhânallâh, (2) alhamdulillâh, (3) lâ ilâha illallâh, dan (4) allâhu akbar. Barangsiapa mengucapkan subhânallâh, maka akan ditulis baginya 20 kebaikan, dan dihapus darinya 20 kesalahan (dosa); barangsiapa mengucapkan allâhu akbar, maka Allah akan memberikan seperti itu juga; barangsiapa mengucapkan lâ ilâha illallâh, maka Allah akan memberikan seperti itu juga; dan barangsiapa mengucapkan alhamdulillâhi rabbil ‘âlamîn dari relung hatinya, maka akan ditulis baginya 30 kebaikan dan dihapus darinya 30 kesalahan (dosa).” (HR Abu Hurairah).
- Pengganti Bacaan Al-Fatihah
Bacaan subhanallah dapat menggantikan bacaan Al-Fatihah bagi orang yang belum mampu membaca Al-Qur’an, seperti seorang mualaf, sementara dia sudah wajib sholat.
Teks Arab:حَدَّثَنَا مِسْعَرٌ عَنْ إِبْرَاهِيمَ السَّكْسَكِيِّ عَنْ ابْنِ أَبِي أَوْفَى قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنِّي لَا أَسْتَطِيعُ أَنْ آخُذَ شَيْئًا مِنْ الْقُرْآنِ فَعَلِّمْنِي شَيْئًا يُجْزِئُنِي مِنْ الْقُرْآنِ فَقَالَ قُلْ سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ
Artinya: Telah menceritakan kepada kami (Mis’ar) dari (Ibrahim As-Saksaki) dari (Ibnu Abu Aufa) dia berkata, “Ada seorang laki-laki datang kepada Nabi Shallallahu’alaihi wasallam, lantas dia berkata, ‘Aku tidak mampu membaca apa pun dari Al Qur’an, maka ajarilah aku beberapa ayat Al Qur’an yang mencukupiku!” Lantas beliau Shallallallahu’alaihi wasallam bersabda: Ucapkanlah, “Subhanallah, walhamdulillah, Walaa Ilaaha Illallallah, Waallahu Akbar, Walaa Haula Wala Quwwata Ilia billahi (Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Dzat yang berhak disembah selain Allah, Allah Maha Besar dan tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah).” (HR Nasa’i).
- Dihindarkan dari Penyakit
Membaca subhanallah adalah dapat menghindarkan seseorang dari kesedihan hingga penyakit berat.
عن قبيصةَ بنِ المُخَارق رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : أَتَيْتُ رَسُولَ اللهِ صَلى اللهُ عَليهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ : « يَا قبيصةُ مَا جَاءَ بِكَ ؟ قُلْتُ : كَبِرَتْ سِنِّي ، وَرَقَّ عَظْمِي فَأَتَيْتُكَ لِتُعَلِّمَنِي مَا يَنْفَعَنِي اللهُ تَعَالى بِهِ ِ، فَقَالَ : « يَا قبيصَةُ مَا مَرَرْتَ بِحَجَرٍ وَلا شَجَرٍ وَلا مَدَرٍ إِلا اِسْتَغْفَرَ لَكَ ، يَا قبيصةُ إِذَا صَلَّيْتَ الصُّبْحَ فَقٌلْ ثَلاثاً : سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ ، تُعَافَ مِنْ الْعَمي وَالْجُذَامِ وَالْفَلَجِ
Artinya: “Suatu kali Qabishah al-Makhariq mendatangi Rasulullah SAW dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, ajarkan aku beberapa kalimat (ucapan) yang dengannya Allah memberi manfaat kepadaku, karena sungguh umurku sudah tua dan aku merasa lemah untuk melakukan apapun’. Lalu Rasulullah SAW berkata : Adapun untuk duniamu, maka ketika engkau selesai sholat Shubuh, maka ucapkanlah tasbih sebanyak tiga kali. Jika engkau membacanya, maka engkau terhindar dari kesedihan, kusta (lepra), penyakit biasa, lumpuh akibat pendarahan otak atau stroke.” (HR Ibnu as-Sunni dan Ahmad). (*)



