KITAINDONESIASATU.COM – Namanya saja orang hidup, suka tidak suka akan mengalami hal yang tidak mengenakkan dalam menjalani kehidupan di dunia. Contohnya, seperti menjadi korban kezaliman.
Dalam kamus Besar Bahasa Indonesia (KBB), zalim adalah bengis, kejam, tidak adil, dan tidak memiliki rasa belas kasih. Zalim juga bisa diartikan sebagai perbuatan aniaya yang merugikan diri sendiri dan/atau orang lain.
Dalam kajian rutin Tafsir Al-Quran, yang diasuh oleh KH Sujadi, Mustasyar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), Kabupaten Pringsewu, memberikan doa dan ijazah, bagaimana cara terhindari dari kezaliman.
Ya, ketika kamu dalam kondisi terzalimi atau sebagai antisipasi, baca Surat Al-Qashas ayat 21. Doa ini dibaca nabi Musa as ketika berhadapan dengan Firaun. Doanya berbunyi: رَبِّ نَجِّنِي مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ Rabbi najjini minal qaumidhalimin.
Artinya: “Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim.” Amankan dia ini setelah salat lima waktu.
Dalam surat lainnya, ada Surat Al-Anbiyaa ayat 87. Ayat ini doa Nabi Yunus saat berada di perut ikan paus yang tidak henti-hentinya dipanjatkan, hingga keluar dari perut paus dengan selamat. Ayat ini berbunyi: َكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ “Lailaha illa Anta subhanaka inni kuntu minadhdhalimin’.
Artinya: “Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.”
Sebagai pengingat, di era digitalisasi yang pesat saat ini mungkin kita tanpa sadar telah menzalimi seseorang, karenanya haruslah menggunakan media sosial dengan bijak dan cerdas.
Karena pelaku zalim, akan mendapatkan balasan dari Allah SWT. Maka, Anda yang merasa melakukan tindakan zalim, segeralah meminta maaf. Sementara, Anda yang menjadi korban kezaliman, tidak perlu risau karena pada hari kiamat kelak Allah akan memberikan pahala berlipat baginya dan membalas pelakunya dengan balasan setimpal. Hal ini sebagaimana termuat dalam Kitab Tafsir Ma’alimut Tanzil yang dikarang oleh Imam Al-Husain bin Mas’Ud Al-Baghawi. (*)


