Lifestyle

Cara Hilangkan Sifat Dengki dan Ujub dalam Diri

×

Cara Hilangkan Sifat Dengki dan Ujub dalam Diri

Sebarkan artikel ini
dengki
Ilustrasi ekpresi rasa dengki. (Foto: Pixabay)

KITAINDONESIASATU.COM – Tanpa sadar sebagai manusia pasti hadir sifat dengki dan ujub pada diri kita. Padahal sifat ini adalah penyakit hati yang tidak baik, dan harus kita jauhi.

Dalam kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bahwa dengki adalah perasaan marah atau tidak suka karena iri hati yang amat sangat terhadap keberuntungan orang lain.

Dengki juga dikenal dengan istilah hasad. Dengki merupakan sifat tercela yang dilarang dalam Islam.

Ujub dan degki menyerang siapa pun dan apa pun profesinya. Contohnya, jika dalam dunia bisnis, maka ujub dan dengki merasa bangga atas keberhasilannya yang diperolehnya, kemudian muncullah sifat simbong dalam dirinya, dan sebaliknya melihat orang lain mendapatkan hasil yang lebih dari dirinya akan tmbul perasaan iri dan mendengki.

Contohnya lainnya dalam hal menuntut ilmu. Hal ini sebagimana disampaikan oleh Imam an-Nawawi dalam kitabnya at-Tibyân fî Adâb Hamalati al-Qur`an:

وَمِمَّا يَجِبُ عَلَيْهِ وَيَتَأَكَّدُ الْوَصِيَّةُ بِهِ أَنْ لَا يَحْسُدَ أَحَدًا مِنْ رُفْقَتِهِ أَوْ غَيْرِهِمْ عَلَى فَضِيْلَةٍ رَزَقَهُ اللهُ الكريم إِيَّاهَا وَأَنْ لَا يُعْجَبَ بِنَفْسِهِ بِمَا حَصّلَهُ، وَقَدْ قَدَّمْنَا إِيْضَاحَ هَذَا فِي آدَابِ الشَّيْخِ

Artinya: “Di antara sesuatu yang wajib dan wasiat yang ditekankan yaitu tidak iri hati kepada kawannya atau yang lainnya atas anugerah yang Allah berikan kepadanya. Dan tidak bangga diri dengan apa yang ia hasilkan.” (Imam an-Nawawi, at-Tibyân fî Adâb Hamalati al-Qur`ân, Dar el-Minhaj, halaman 70).

Lantas bagimana menggancurkan rasa dengki dalam diri kita, ini tips dari Imam an-Nawari:

وَطَرِيْقُهُ فِي نَفْيِ الْعُجْبِ: أَنْ يُذَكِّرَ نَفْسَهُ أَنَّهُ لَمْ يُحَصِّلْ مَا حَصَّلَ بِحَوْلِهِ وَقُوِّتِهِ وَإِنَّمَا هُوَ فَضْلٌ مِنَ اللهِ وَلَا يَنْبَغِي أَنْ يُعْجَبَ بِشَيْءٍ لَمْ يَخْتَرِعْهُ وَإِنَّمَا هُوَ فَضْلٌ مِنَ الله تَعَالَى.

Artinya: “Cara menghilangkan kebanggaan ialah dengan mengingatkan dirinya bahwa dia tidak mencapai hal itu dengan daya dan kekuatannya. Namun itu merupakan anugerah dari Allah SWT, dan tidak patut baginya untuk berbangga karena sesuatu yang tidak diciptakannya, semata-mata itu merupakan anugerah dari Allah SWT.” (Imam an-Nawawi, at-Tibyân fî Adâb Hamalati al-Qur`ân, Dar el-Minhaj, halaman 70).

Demikian tips dari Imam an-Nawawi bagaimana menghilangkan rasa dengki dan iri dalam hati setiap manusia. Semoga kita dijauhkan dari sifat-sifat tidak baik. Aamiin. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *