KITAINDONESIASATU.COM – Dalam beberapa tahun terakhir, skincare lokal semakin populer di Indonesia, termasuk produk-produk pemutih wajah yang menjanjikan hasil instan. Salah satu nama yang sempat menarik perhatian adalah Lasona Skincare.
Namun, di balik popularitasnya, muncul kekhawatiran serius: apakah Lasona mengandung merkuri? Jawabannya adalah ya. Dua produk dari Lasona telah dinyatakan positif mengandung merkuri oleh BPOM.
Apa Itu Skincare Lasona?
Lasona dikenal sebagai merek perawatan kulit yang mengedepankan efek mencerahkan kulit dalam waktu singkat. Produk andalannya adalah:
- Lasona Daily Cream
- Lasona Night Cream
Kedua produk ini banyak dijual secara online dan di beberapa toko kecantikan, dengan klaim seperti “memutihkan wajah dalam 7 hari”, “menghilangkan flek hitam”, hingga “kulit cerah permanen”. Namun, klaim seperti ini perlu diwaspadai, karena bisa menjadi indikasi penggunaan bahan berbahaya seperti merkuri.
Apakah Skincare Lasona Mengandung Merkuri?
Menurut data Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dalam Daftar 181 Produk Kosmetik Berbahaya periode September 2022 – Oktober 2023, dua produk Lasona terbukti mengandung merkuri, yaitu:
Produk Status
- Lasona Skin Care Daily Cream Mengandung Merkuri
- Lasona Skin Care Night Cream Mengandung Merkuri
Produk ini ditemukan dalam pengawasan rutin BPOM dan langsung dimasukkan ke daftar hitam kosmetik ilegal.
Apa Itu Merkuri dan Mengapa Berbahaya?
Merkuri (Hg) adalah logam berat beracun yang dilarang keras dalam kosmetik. Di beberapa negara, termasuk Indonesia, merkuri sudah dilarang total karena bahayanya bagi kesehatan manusia dan lingkungan.
Dampak Merkuri pada Kulit dan Tubuh:
- Kerusakan ginjal – merkuri dapat terakumulasi dan merusak fungsi ginjal.
- Iritasi kulit – ruam, gatal, dan peradangan bisa muncul setelah penggunaan.
- Gangguan sistem saraf – gejala seperti tremor, mati rasa, dan gangguan emosi.
- Perubahan warna kulit – ironisnya, kulit bisa menjadi abu-abu atau biru kehitaman.
- Risiko kanker – penggunaan jangka panjang meningkatkan risiko kanker kulit dan organ dalam.
Bahaya Laten:
Merkuri bisa terserap melalui kulit, masuk ke aliran darah, dan terakumulasi di organ vital. Dampaknya sering tidak langsung terasa, namun bisa sangat fatal dalam jangka panjang, terutama jika digunakan selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun.
Mengapa Merkuri Masih Dipakai di Skincare?
Jawabannya sederhana: karena hasilnya cepat. Merkuri bekerja dengan cara menghambat pembentukan melanin, pigmen yang memberi warna kulit. Akibatnya, kulit memang terlihat lebih putih dalam waktu singkat.
Namun, efek ini hanya ilusi sementara, dan dibayar mahal dengan kerusakan organ tubuh. Sayangnya, produsen nakal tetap menggunakannya karena murah dan efektif untuk menarik pembeli yang tidak paham risiko kesehatan.
Cara Mengecek Skincare Aman atau Tidak
Sebagai konsumen, penting untuk waspada. Berikut tips untuk mengecek apakah skincare Anda aman:
- Cek Nomor BPOM
Gunakan fitur Cek Produk BPOM di situs resmi cekbpom.pom.go.id. Jika produk tidak terdaftar, sebaiknya hindari.
- Waspadai Klaim Berlebihan
Produk yang menjanjikan:
“Putih dalam 3 hari”
“Kulit cerah permanen”
“Bebas flek 100%”
…perlu diwaspadai. Kulit yang sehat butuh waktu, bukan hasil instan.
- Cek Kemasan dan Label
Skincare ilegal seringkali tidak mencantumkan:
- Komposisi bahan
- Nomor izin edar BPOM
- Tanggal kedaluwarsa yang jelas
Skincare seperti Lasona mungkin menggoda dengan hasil cepat, tapi risikonya tidak sebanding. Kandungan merkuri dalam produk seperti Lasona Daily Cream dan Night Cream telah terbukti oleh BPOM sebagai berbahaya dan ilegal. Jangan kompromikan kesehatan demi kulit putih instan.
Selalu utamakan keselamatan, izin resmi, dan transparansi kandungan dalam memilih produk perawatan kulit. Kulit cerah dan sehat bukan hasil instan, tapi perawatan konsisten dengan bahan yang benar.




