KITAINDONESIASATU.COM – Suntik filler menjadi populer untuk mempercantik wajah dan mengatasi berbagai masalah, seperti bekas jerawat, kerutan, serta merampingkan dagu. Berbagai jenis filler tersedia, masing-masing dengan karakteristik yang berbeda untuk memenuhi tujuan spesifik.
Selain memperbaiki kondisi kulit wajah, filler juga dapat digunakan untuk menambah volume bibir. Prosedur ini dilakukan dengan menyuntikkan cairan ke area wajah yang diinginkan, sehingga sering disebut suntik filler.
Berikut adalah beberapa jenis filler yang umum digunakan beserta ciri-cirinya:
Asam Hialuronat:
Merupakan komponen alami kulit yang berkurang seiring bertambahnya usia.
Tersedia dalam bentuk alami dan sintetis.
BACA JUGA: Rahasia Kulit Wajah Glowing: Cara Merawat Kulit Wajah
Ciri-ciri:
Minim reaksi alergi.
Berbentuk gel dengan tekstur kental.
Dapat disuntikkan di area mulut, bibir, atau di bawah mata.
Hasil dapat dinetralkan dengan enzim hialuronidase jika tidak memuaskan.
Bertahan selama 6–12 bulan.
Kolagen Bovine:
Dianggap sebagai jenis filler terbaik.
Berasal dari kulit sapi yang diproses khusus.
Ciri-ciri:
Harga terjangkau dan efektif.
Harus melalui tes alergi sebelum disuntikkan.
Penyuntikan perlu dilakukan 2–4 kali setahun.
Lemak Tubuh (Fat Grafting):
Menggunakan jaringan lemak yang diambil dari tubuh sendiri.
Ciri-ciri:
Minim reaksi alergi.
Hasil dapat bersifat permanen meskipun bervariasi antar individu.
Memerlukan lebih dari satu suntikan untuk hasil optimal.
Polimer Buatan:
Dikenal bertahan hingga dua tahun.
Merangsang sel kulit untuk memproduksi kolagen setelah disuntikkan.
Contoh: poly-L-lactide (PLLA) dan polymethyl methacrylate (PMMA).
Hidroksiapatit Kalsium:
Bertahan hingga satu tahun.
Digunakan untuk area yang membutuhkan volume lebih, seperti pipi dan dagu.
Terbuat dari mineral yang dapat memperkuat tulang.
Jaringan Halus Permanen:
Banyak digunakan untuk menghaluskan kerutan sekitar mulut.
Tidak memerlukan suntikan ulang karena dapat diserap tubuh.
Prosedur suntik filler biasanya berlangsung selama 60 menit, dimulai dengan anestesi lokal sebelum filler disuntikkan ke bawah kulit. Beberapa filler memerlukan beberapa sesi penyuntikan.
Risiko Suntik Filler
Setiap prosedur medis membawa risiko, termasuk suntik filler, seperti:
Nyeri, bengkak, dan kemerahan di area suntikan.
Reaksi alergi, tergantung pada jenis filler.
Memar atau perdarahan.
Benjolan kecil di bawah kulit yang dapat bersifat permanen.
Efek Tyndall, yaitu perubahan warna kulit menjadi kebiruan.
Suntik filler yang tidak dilakukan dengan benar atau menggunakan peralatan tidak steril dapat mengakibatkan infeksi atau sumbatan pembuluh darah, berpotensi menyebabkan kebutaan atau kematian jaringan.
Cara Mengurangi Efek Samping
Untuk meminimalkan risiko, berikut beberapa langkah yang perlu diperhatikan sebelum menjalani prosedur ini:
Pilih Klinik Terpercaya:
Pastikan melakukan suntik filler di klinik resmi dengan kebersihan dan keamanan alat yang terjaga.
Dokter yang Berkompeten:
Pastikan bahwa praktisi adalah dokter kulit yang berpengalaman dan memiliki sertifikasi resmi.
Hindari Filler yang Dijual Bebas:
Filler yang dijual bebas dapat berisiko tinggi jika tidak dilakukan oleh tenaga medis yang berkompeten.
Segera konsultasikan dengan dokter jika mengalami nyeri hebat, bercak putih, otot kaku, gangguan penglihatan, sulit berjalan atau berbicara, kebingungan, atau sakit kepala parah setelah suntik filler. Dokter akan memberikan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.- ***


