KITAINDONESIASATU.COM – Kurang gizi pada anak terjadi karena asupan zat gizi harian tidak tercukupi, baik dari makronutrien (karbohidrat, protein, lemak) maupun mikronutrien (vitamin dan mineral).
Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan, seperti berat badan rendah, tubuh pendek, hingga gagal tumbuh.
Bentuk umum dari kurang gizi adalah kwashiorkor dan marasmus.
Penyebab Kurang Gizi pada Anak
Beberapa faktor yang dapat memicu kurang gizi pada anak, antara lain:
Kurangnya pengetahuan orang tua tentang pola makan dan gizi seimbang.
Kondisi ekonomi lemah, sehingga sulit memenuhi kebutuhan makan bergizi.
Lingkungan yang tidak bersih, meningkatkan risiko infeksi dan menghambat penyerapan nutrisi.
Penyakit tertentu, seperti gangguan pencernaan, celiac, Crohn, infeksi TB, atau penyakit jantung bawaan yang menghambat penyerapan nutrisi.
Gejala Awal Anak Kurang Gizi
Tanda-tanda umum anak kurang gizi meliputi:
Berat dan tinggi badan di bawah normal
Kurang nafsu makan dan mudah lelah
Perkembangan terlambat
Rambut rontok, kulit kering, mata cekung
Mudah sakit dan luka sulit sembuh
Kurang respons terhadap lingkungan
Jika gejala tersebut muncul, segera konsultasikan ke dokter.
Dokter akan memeriksa kondisi anak dan memberikan penanganan sesuai kebutuhan, seperti pemberian obat, suplemen, susu, dan panduan diet bergizi.-***


