KITAINDONESIASAATU.COM – Rabu terakhir di bulan Safar, yang dikenal sebagai Rabu Wekasan atau Rebo Wekasan, merupakan hari yang memiliki makna khusus dalam tradisi beberapa masyarakat di Indonesia jatuh pada 20 Agustus 2025 iniu. Secara historis, hari ini dipercaya sebagai waktu turunnya berbagai musibah atau bala. Oleh karena itu, berbagai amalan dianjurkan untuk memohon perlindungan dan keselamatan kepada Tuhan.
Salah satu amalan yang umum dilakukan adalah salat tolak bala. Meskipun tidak ada dalil khusus yang mengaturnya dari Al-Qur’an dan sunnah, tradisi ini tetap dijalankan sebagai wujud doa dan harapan. Biasanya salat ini dilakukan sebanyak empat rakaat dengan niat khusus. Setelah salat, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak zikir, seperti membaca tasbih, tahmid, dan tahlil, serta istighfar untuk memohon ampunan.
Selain itu, bersedekah juga menjadi amalan yang sangat dianjurkan. Sedekah dipercaya dapat menolak bala dan mendatangkan keberkahan. Amalan lain yang tak kalah penting adalah membaca Alquran yakni surat Yasin serta memperbanyak doa, baik doa pribadi maupun bersama.
Doa tersebut dipanjatkan untuk memohon keselamatan, kesehatan, dan perlindungan dari segala musibah. Saat membaca Yasin pas di ayat Salaamun qoulammirrobbirrahiim dibaca 313 kali lanjut sampai akhir ayat. Setelah selesai membaca Yasin berdoa kepada Allah SAW agar diberi keselamatan dunia dan akhirat serta dijauhkan dari bala.
Secara keseluruhan, amalan-amalan ini menekankan pentingnya introspeksi, mendekatkan diri kepada Tuhan, dan memperkuat solidaritas sosial. Dengan begitu, Rabu Wekasan menjadi momen untuk kembali merenungkan makna hidup dan bersyukur atas segala karunia yang telah diberikan.


