Lifestyle

Abraham Michael Bunuh Satpam Dipengaruhi Narkoba, Ini Kandungan Berbahaya Konsumsi Obat Terlarang

×

Abraham Michael Bunuh Satpam Dipengaruhi Narkoba, Ini Kandungan Berbahaya Konsumsi Obat Terlarang

Sebarkan artikel ini
abraham
Abraham Michael, tersangka pembunuh satpam di Bogor. (Foto: Ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Belum lama ini Kota Bogor, Jawa Barat, digegerkan dengan kasus pembunuhan satpam yang diduga dilakukan Abraham Michael (37). Korban meninggal dunia akibat sejumlah luka tusukan di tubuhnya saat tidur pulas. Hasil tes urine, pelaku positif mengandung narkoba jenis tembakau sintetis.

Pelaku merupakan anak majikan korban. Motif pelaku sadis membunuh korban karena kesal kerap diadukan korban sering pulang malam kepada ibu pelaku. Peristiwa pembunuhan terjadi pada Jumat dini hari, 17 Januari 2025.

Pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka. Atas perbuatannya, Abraham dijerat dengan pasal berlapis, hukuman maksimal pidana mati, dengan Pasal 340 KUHP dan/atau Pasal 338 KUHP dan/atau Pasal 351 ayat (3) KUHP. Lantas apa saja kandungan berbahaya pada narkoba?

Melansir Halodoc, Selasa, 21 Januari 2025, penyalahgunaan narkotika menyebabkan risko delirium. Istilah delirium adalah gangguan mental yang menyebabkan pengidapnya kehilangan kesadaran karena perubahan fungsi otak.

Delirium bisa juga disebut dengan sakau, jika berhenti mengonsumsi narkotika secara mendadak tubuh tidak dapat menyesuaiakan dengan baik.

Faktor risiko delirium akibat penyalahgunaan narkotika di antaranya, yaitu terganggunya pengiriman dan penerimaan sinyal di otak karena penyakit atau kondisi mental seseorang; pengidap mengalami malnutrisi; dan pengidap mengalami ketidakseimbangan metabolik, seperti kadar sodium atau kalsium yang rendah.

Gejala jenis delirum di antaranya, yakni penurunan kognitif otak, yang ditandai dengan penurunan daya ingat jangka pendek, berbicara bertele-tele kesulitan berbicara, kesulitan mengingat kata, serta kesulitan memahami pembicaraan; penurunan kesadaran terhadap lingkungan sekitar yang ditandai dengan sulit fokus atau sulit mengganti topik pembicaraan, mudah terdistraksi oleh hal tidak penting, serta suka melamun,

Dan Penurunan kestabilan emosional, yang ditandai dengan gelisah, takut atau paranoid, depresi, mudah tersinggung, apatis, perubahan suasana hari secara tiba-tiba, serta perubahan kepribadian. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *