Ia berharap dengan diadakannya kegiatan-kegiatan tersebut secara mandiri, Pemkot Cilegon dapat mamandang bahwa kegiatan ini penting.
“Cilegon ini kota industri di mana untuk mengenalkan wisata dan budaya adat Cilegon sangat sulit, berbeda dengan kabupaten Serang, meski tidak diadakan event seperti ini semua sudah tau ada pantai, ada tempat peziarahan di Banten. Kalau Cilegon mungkin sulit untuk mengenalnya,” tuturnya.
“Kami harap setelah kegiatan ini Pemerintah Cilegon mensuport event ini supaya bisa diadakan satu tahun sekali,” ungkap Hadi.
Secara terpisah, Kepala Disporapar Kota Cilegon, Sakri Jasiman, mengakui beberapa tahun terakhir Kota Cilegon tidak melakukan audisi Kang Nong Kota Cilegon. Ia pun mengisyaratkan pelaksanaannya sempat terhenti karena terkendala Covid-19.
“Memang saat Covid-19 kurang lebih dua tahun kami tidak mengadakan audisi Kang Nong Kota Cilegon karena semua anggaran di refocusing dan berlanjut hingga tahun ini baru dilaksanakan,” katanya dalam Berbagai.
Sakri berjanji berkomitmen ke depan melalui Disporapar Kota Cilegon sekaligus akan mendukung agenda audisi Kang Nong Kota Cilegon. “In Shaa Allah kedepan agenda Kang Nong Kota Cilegon akan kami dukung dan kami anggarkan,” ujarnya.
Diketahui, tiga juara besar Kang Kota Cilegon yakni, Akif Arya Mumtaz dari ecamatan Citangkil, Teguh Firnanda dari Kecamatan Pulomerak, dan Alya Nur Rohmah dari Kecamatan Grogol.
Kemudian, tiga besar Nong Kota Cilegon 2024 yakni, Nela Avrilia Salsabila dari Kecamatan Citangkil, Ratu Inayah dari Kecamatan Purwakarta, dan Alya Nur Rohmah dari Kecamatan Grogol.
Adapun Denisya Azzahra dari Kecamatan Citangkil didaulat menjadi juara favorit Kang Nong Kota Cilegon 2024. (Yok)
