3. Meningkatkan Fungsi Otak
Dalam studi tahun 2013, konsumsi delima dikaitkan dengan peningkatan metabolisme otak, daya ingat yang lebih baik, serta aktivitas otak yang lebih optimal dalam tugas-tugas memori, baik verbal maupun non-verbal.
Ini menjadikan delima buah yang tepat untuk mendukung kesehatan otak, terutama bagi lansia atau pelajar.
4. Menjaga Kesehatan Pencernaan
Delima mengandung serat larut dan tidak larut yang mendukung sistem pencernaan. Biji delima juga memiliki sifat antibiotik alami.
Studi tahun 2017 menemukan bahwa kandungan polifenol dalam delima bermanfaat bagi penderita IBD (penyakit radang usus) dan gangguan pencernaan lainnya.
5. Membantu Mencegah Kanker
Berdasarkan data dari National Institutes of Health (NIH), polifenol dalam buah delima dapat membantu menghambat pertumbuhan sel kanker, terutama kanker prostat.
Studi tahun 2014 juga mengungkapkan bahwa konsumsi delima dapat menurunkan kadar PSA (penanda kanker prostat) dan memperlambat pertumbuhan tumor.


