KITAINDONESIASATU.COM – Ibadah haji hukumnya wajib dilakukan bagi Muslim yang mampu dari segi finansial. Ibadah ini merupakan salah satu rukun Islam.
Ibadah haji berbeda dengan ibadah lainnya, karenanya selain harus siap secara finansial, juga memiliki pengetahuan yuang cukup dan kesiapan spiritual yang matang.
Dengan demikian, maka dipastikan mereka yang telah siap segalanya akan khusyuk dan penuh makna saat menunaikan ibadah haji.
Dan juga ada amalan-amalan penting yang perlu dilakukan sebelum berangkat haji, sehingga ibadahnya menjadi benar-benar sempurna.
Amalan-amalan sebelum berangkat haji dia ntaranya:
- Taubat
Amalan pertama yang dianjurkan bagi jamaah haji sebelum berangkat adalah taubat kepada Allah, dengan memohon ampunan atas segala dosa-dosanya, kemudian mengembalikan semua hak-hak orang lain yang pernah diperoleh dari mereka, seperti membayar utang dan mengembalikan barang pinjaman dan lainnya, menyediakan nafkah bagi setiap orang yang menjadi tanggungjawabnya, membawa harta halal.
2. Sholat Sunnah Dua Rakaat dan Doa
Amalan kedua yang dianjurkan bagi jamaah haji adalah sholat dua rakaat ketika hendak berangkat. Tata caranya adalah sebagaimana sholat sunnah pada umumnya. Hanya saja, pada rakaat pertama membaca surat Al-Kafirun setelah membaca surat Al-Fatihah, dan membaca surat Al-Ikhlas di rakaat kedua setelah surat Al-Fatihah.
3. Membaca Doa ketika Hendak Menaiki Kendaraan
Amalan yang dianjurkan selanjutnya adalah ketika hendak menaiki kendaraan. Dalam hal ini, orang-orang yang hendak menunaikan ibadah haji dianjurkan untuk membaca doa berikut:
بِسْمِ اللَّهِ وَبِاللَّهِ وَاللَّهُ أَكْبَرُ، تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ، مَا شَاءَ اللَّهُ كَانَ، وَمَا لم يشاء لَمْ يَكُنْ، سُبْحَانَ اللَّهِ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ، وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ. اللهم إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيْ إِلَيْكَ وَفَوَّضْتُ أَمْرِيْ كُلَّهُ إِلَيْكَ وَتَوَكَّلْتُ فِي جَمِيْعِ أُمُوْرِيْ عَلَيْكَ أَنْتَ حَسْبِيْ وَنِعْمَ الْوَكِيْل
Artinya, “Dengan menyebut nama Allah, dengan (pertolongan) Allah, dan Allah Maha Besar. Aku berserah diri kepada Allah, tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Mulia, dan Maha Agung. Apa yang Allah kehendaki, maka ia akan ada, dan apa yang tidak Dia kehendaki, maka tidak ada. Mahasuci Allah, yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami. Ya Allah, sungguh aku menghadapkan wajahku kepada-Mu, dan memasrahkan semua urusanku kepada-Mu, aku berserah kepada-Mu dalam semua urusanku, Engkau yang mencukupiku dan dan sebaik-baik pelindung.”
4. Sholat Dua Rakaat dan Membaca Doa ketika Sampai
Sebagaimana dianjurkan sholat sunnah dua rakaat ketika hendak berangkat menunaikan ibadah haji, maka ketika sampai pada tempat tujuan pun juga dianjurkan untuk sholat sunnah dua rakaat sebagaimana sholat sunnah ketika hendak berangkat, kemudian membaca doa berikut:
أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ الَّتِى لاَ يُجَاوِزُهُنَّ بَرٌّ، وَلاَ فَاجِرٌ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
Artinya, “Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, yang tidak dapat dijangkau orang yang baik dan yang jahat dari keburukan semua makhluk.”
Demikian penjelasan lengkap Imam al-Ghazali dalam kitab karyanya, Ihya Ulumiddin. Semoga bermanfaat. (*)




