Keuangan

Wall Street Menguat Berkat Saham Teknologi, tetapi Prospek Bisnis AI Masih Jadi Beban

×

Wall Street Menguat Berkat Saham Teknologi, tetapi Prospek Bisnis AI Masih Jadi Beban

Sebarkan artikel ini
Wall Street Menguat Berkat Saham Teknologi
Wall Street Menguat Berkat Saham Teknologi

KITAINDONESIASATU.COM – Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street ditutup menguat pada akhir perdagangan pekan lalu, didorong kenaikan saham teknologi dan sejumlah perusahaan kesehatan.

Namun, penguatan ini belum sepenuhnya menghapus kekhawatiran investor terhadap prospek kecerdasan buatan (AI), kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah, serta pergerakan harga minyak dunia.

Nasdaq Composite memimpin penguatan harian dengan kenaikan 0,64 persen ke level 27.366,17. Sementara itu, indeks S&P 500 bertambah 0,59 persen menjadi 7.811,54. Dow Jones Industrial Average juga naik 423,31 poin atau 0,83 persen ke posisi 51.654,95.

Dalam perdagangan selama sepekan, ketiga indeks utama tersebut sama-sama mencatatkan kenaikan. S&P 500 menguat sekitar 1,2 persen, disusul Dow Jones sebesar 0,9 persen dan Nasdaq Composite sekitar 0,6 persen.

Saham Teknologi Menguat, Kekhawatiran AI Belum Mereda

Sejumlah saham teknologi mencatatkan penguatan signifikan pada perdagangan terakhir pekan lalu. Palo Alto Networks naik 5 persen, sedangkan CrowdStrike dan Palantir Technologies masing-masing menguat 4 persen dan 5 persen. Saham Microsoft bertambah 2 persen, sementara Amazon naik 3 persen.

Penguatan juga terjadi pada sektor kesehatan. Saham Merck dan Gilead Sciences masing-masing meningkat 2 persen. Meski demikian, pergerakan positif sejumlah emiten belum menandakan bahwa seluruh sektor teknologi telah terbebas dari tekanan.

Investor masih mencermati prospek bisnis AI, terutama terkait pendapatan dan kemampuan perusahaan mengembangkan usaha secara berkelanjutan. Laporan mengenai pendapatan OpenAI hingga akhir September 2026 turut menjadi perhatian karena angka yang dilaporkan disebut lebih rendah dibandingkan laporan sebelumnya.

Di sektor energi, harga minyak sedikit melemah setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin menyetujui pasokan solar untuk pasar AS dan global.

Minyak mentah West Texas Intermediate berada di kisaran 92 dolar AS per barel, sedangkan Brent sekitar 104 dolar AS per barel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *