Keuangan

Trading Derivatif Kripto Makin Ramai, Aktivitas Pengguna Pintu Futures Melonjak 200 Persen

×

Trading Derivatif Kripto Makin Ramai, Aktivitas Pengguna Pintu Futures Melonjak 200 Persen

Sebarkan artikel ini
Bitcoin
18.270 Bitcoin Dicuri dari Binance (Ist.)

KITAINDONESIASATU.COM – Perdagangan derivatif aset kripto di Indonesia menunjukkan peningkatan aktivitas sepanjang pertengahan 2026.

PT Pintu Kemana Saja (PINTU) mencatat volume trading pengguna baru Pintu Futures meningkat lebih dari 200 persen dalam satu bulan setelah fitur Pintu Futures Lite diluncurkan pada Juli 2026.

Berdasarkan data internal PINTU selama Juli hingga Agustus 2026, pertumbuhan volume tersebut turut diikuti kenaikan jumlah pengguna baru yang hampir mencapai 100 persen. Sementara itu, rata-rata volume trading yang dilakukan setiap pengguna baru juga meningkat lebih dari 70 persen.

Peningkatan aktivitas tersebut berlangsung ketika pasar aset kripto mengalami momentum positif. Bitcoin, salah satu aset dengan transaksi terbesar, tercatat menguat sekitar 25 persen sepanjang Agustus 2026 dan sempat menyentuh harga sekitar 81.455 dolar AS sebelum berada di kisaran 78.000 dolar AS pada akhir bulan.

Pintu Futures Lite Sasar Trader Kripto Pemula

Perdagangan derivatif memungkinkan trader mengambil posisi berdasarkan perkiraan arah pergerakan harga aset. Posisi Long digunakan ketika trader memperkirakan harga akan meningkat, sedangkan Short digunakan ketika memperkirakan harga mengalami penurunan.

PINTU menghadirkan Pintu Futures Lite dengan konsep yang lebih sederhana untuk menjangkau trader pemula hingga menengah. Berdasarkan data perusahaan, tiga aset kripto yang paling banyak diperdagangkan pengguna Pintu Futures adalah Bitcoin, Hype, dan Xaut.

Pertumbuhan aktivitas tersebut menunjukkan adanya peningkatan minat terhadap instrumen derivatif kripto di Indonesia. Namun, perdagangan futures juga memiliki risiko yang perlu dipahami karena pengguna dapat memanfaatkan leverage dalam transaksi.

Pada Pintu Futures Lite, leverage dapat diatur hingga maksimal 25 kali modal awal. Fitur tersebut memungkinkan trader mengendalikan posisi dengan nilai lebih besar dibandingkan modal yang digunakan, tetapi sekaligus dapat memperbesar potensi kerugian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *