KITAINDONESIASATU.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak stagnan pada pembukaan perdagangan Rabu, 21 Oktober 2026. Rupiah bertahan di level Rp17.992 per dolar AS, sama dengan posisi penutupan perdagangan sehari sebelumnya.
Pada perdagangan Selasa, rupiah sempat menguat 54 poin atau sekitar 0,30 persen. Penguatan tersebut dipengaruhi sejumlah perkembangan global, termasuk kebijakan Amerika Serikat terkait Rusia.
Meski sempat menguat, pergerakan rupiah masih menghadapi tekanan dari ketidakpastian ekonomi dan geopolitik internasional. Sejumlah faktor eksternal berpotensi memengaruhi sentimen investor serta arus modal ke pasar keuangan Indonesia.
Empat Faktor Global yang Memengaruhi Pergerakan Rupiah
1. Kebijakan Amerika Serikat terhadap Rusia
Kebijakan Presiden AS Donald Trump terkait sanksi dan tarif terhadap Rusia menjadi salah satu perhatian pelaku pasar. Perubahan kebijakan perdagangan dan hubungan geopolitik dapat memengaruhi persepsi investor terhadap perekonomian global serta pergerakan mata uang.
2. Ketidakpastian suku bunga The Fed
Arah kebijakan suku bunga bank sentral AS atau Federal Reserve turut menentukan pergerakan dolar. Perubahan ekspektasi suku bunga dapat memengaruhi daya tarik aset berbasis dolar dan keputusan investasi di negara berkembang, termasuk Indonesia.
3. Potensi arus keluar modal asing
Usulan reklasifikasi pasar saham Indonesia oleh MSCI menjadi perhatian investor. Perkembangan ini berpotensi memengaruhi persepsi terhadap pasar domestik dan mendorong perubahan aliran modal asing, yang dapat berdampak pada stabilitas rupiah.

