KITAINDONESIASATU.COM — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali tertekan hingga menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS pada perdagangan Selasa, 29 September 2026. Berdasarkan data pasar uang terkini, mata uang Garuda melemah ke kisaran Rp18.024 per dolar AS.
Pelemahan ini dipicu oleh berlanjutnya kekhawatiran atas tekanan inflasi global dan risiko fiskal. sejalan dengan kenaikan harga minyak hingga di atas US 108 Dolar AS per barel di tengah belum tercapainya kesepakatan pembukaan Selat Hormuz antara pemerintah Iran dengan Amerika Serikat.
Dari dalam negeri, tekanan ekstra muncul akibat meningkatnya permintaan valuta asing oleh importir menjelang penutupan kuartal III/2026.
Menanggapi hal tersebut, Bank Indonesia (BI) merespons cepat dengan menyiapkan langkah intervensi tiga jalur (triple intervention) untuk menjaga stabilitas nilai tukar.
Pengamat mengimbau pelaku pasar untuk mewaspadai potensi kenaikan harga barang impor (imported inflation) dalam beberapa waktu ke depan. Namun, BI optimistis cadangan devisa yang kuat mampu meredam gejolak pasar finansial domestik.(*)

