KITAINDONESIASATU.COM – Inflasi Amerika Serikat menunjukkan perlambatan pada Juni 2026 dan langsung menarik perhatian pelaku pasar global, termasuk investor aset kripto.
Berdasarkan data terbaru, tingkat inflasi tahunan turun menjadi 3,5 persen dari 4,2 persen pada bulan sebelumnya. Penurunan tersebut memengaruhi sentimen pasar dan mendorong pergerakan harga Bitcoin maupun Ethereum dalam perdagangan internasional.
Data Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika Serikat mencatat Consumer Price Index (CPI) mengalami penurunan sebesar 0,4 persen secara bulanan.
Capaian ini lebih rendah dari perkiraan pasar dan menjadi penurunan terbesar sejak April 2020. Pelemahan harga energi disebut sebagai faktor utama yang menekan inflasi sehingga meningkatkan optimisme terhadap prospek ekonomi Amerika Serikat.
Sentimen Inflasi Dorong Perhatian Investor Kripto
Setelah data inflasi dirilis, harga Bitcoin bergerak di kisaran 64.600 dolar AS, sementara Ethereum berada di sekitar 1.900 dolar AS.
Pergerakan tersebut mencerminkan respons pasar terhadap perkembangan ekonomi makro yang dinilai dapat memengaruhi arah kebijakan moneter Amerika Serikat.
Selain sentimen inflasi, perhatian investor juga tertuju pada peringatan ETH Genesis Day yang berlangsung setiap akhir Juli.
Momentum ini dianggap sebagai pengingat perjalanan Ethereum sejak diluncurkan pada 2015 sekaligus perkembangan ekosistem blockchain yang kini mendukung berbagai inovasi, mulai dari smart contract hingga tokenisasi aset.

