KITAINDONESIASATU.COM – Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG mencatat penguatan tipis sepanjang perdagangan periode 6-10 Juli 2026.
Pergerakan positif ini menunjukkan pasar modal Indonesia masih mampu bertahan di tengah berbagai sentimen global dan dinamika kebijakan internasional yang memengaruhi arus investasi.
Selama sepekan, IHSG bergerak pada kisaran 5.840 hingga 5.988. Aktivitas perdagangan juga berlangsung cukup aktif dengan total volume mencapai lebih dari 102 miliar lembar saham.
Nilai transaksi tercatat mencapai puluhan triliun rupiah, sementara kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia ikut mengalami kenaikan dibandingkan pekan sebelumnya.
Sentimen Global dan Pergerakan Investor Warnai IHSG
Perjalanan IHSG pekan ini tidak lepas dari sejumlah faktor eksternal. Salah satunya adalah keputusan MSCI yang masih mempertahankan pembekuan penyesuaian indeks saham Indonesia.
Meski demikian, kebijakan tersebut telah diperkirakan oleh pelaku pasar sehingga tidak memberikan tekanan besar terhadap pergerakan indeks.
Di sisi lain, S&P Dow Jones Indices masih mempertahankan status pasar modal Indonesia sebagai emerging market, meskipun Indonesia masuk dalam daftar pemantauan terkait aspek transparansi dan likuiditas pasar.
Aktivitas investor juga menjadi perhatian. Sepanjang pekan, transaksi didominasi investor domestik, sementara investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih meski nilainya lebih rendah dibandingkan pekan sebelumnya.

